Konservasi
menurut kamus besar bahasa indonesia berarti pemeliharaan dan perlindungan
sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara
mengawetkan. Cara membersihkan manuskrip dan rak menggunakan penyedot debu,
sulak ataupun kuas. Selain itu kegiatan yang dilakukan agar manuskrip yang
rusak agar tetap dapat digunakan yaitu dengan cara memberi sampul,. Fumigasi
juga dilakukan untuk menghilangkan serangga-serangga yang ada dalam ruangan,
serta dengan memberikan kapur barus atau pewangi ruangan untuk mencegah
datangnya serangga.
Preservasi
adalah kegiatan yang terencana dan terkelola untuk memastikan agar koleksi
perpustakaan dapat terus dipakai selama mungkin. Pada dasarnya Preservasi itu
upaya untuk mematikan agar semua bahan koleksi cetak maupun non cetak pada
suatu perpustakaan bisa tahan lama dan tidak cepat rusak. Kegiatan yang perlu
dilakukan adalah menjaga kelembaban suhu antara 26º -29º celcius. Hal ini
dilakuakan agar manuskrip-manuskrip yang ada dalam ruangan tetap lembab dan
tidak kering. Selain itu, memilih ruangan atau tempat yang jauh dari pemukiman
penduduk untuk mencegah bila terjadi kebakaran dan jauh dari sungai untuk
mencegah kebanjiran. Kemudian dengan memberikan ruangan khusus yang aliran
udaranya tetap berputar. Pengaturan cahaya juga dilakukan supaya menjaga udara
tetap lembab.





